02 April 2009

Kita dan Sepotong Roti

Di Rabu sore yang lalu, saya bersama si sulung berbelanja "sangu sekolah" pada sebuah toko swalayan di kotaku. Yah, saya memang mencoba menerapkan pengalaman "masa kecil" saya kepada anak untuk tidak memberikan "sangu" berupa uang ke sekolah. Selama kurang lebih setengah jam kami berada disana, dan telah mendapati seluruh keperluan sang anak, kami segera menuju kasir untuk menyelesaikan pertanggungjawaban pembayaran. Setelah berfikir sejenak untuk mengingat kembali "daftar" belanja, akhirnya saya memastikan sudah tidak ada lagi daftar belanja yang tertinggal.

Setelah itu, si sulung meminta diambilkan makanan ringan tersebut dari kantong belanja, dan segeralah ia "mengeksekusi" satu bungkus roti. Yah, namanya saja anak kecil yang baru berusia enam tahun dan masih duduk di bangku kelas 1 SD, pada saat menuju pintu keluar dari swalayan tersebut, roti yang baru dinikmati beberapa gigitan saja, tiba-tiba jatuh terpental ke lantai, karena tersenggol oleh pengunjung lain yang kebetulan cukup ramai. Lantas, segera saya "perintahkan" si sulung untuk memungut roti yang berserakan itu untuk selanjutnya di buang ke dalam kotak sampah.

Kemudian, pada saat meninggalkan gedung swalayan sembari menuju parkir, kami dibuntuti oleh 2 orang preman bertatto anak kecil yang kira-kira berusia 3-4 tahun. Mereka menengadahkan tangan sambil berharap uluran dari orang yang sok "berbaik hati". Lantas si sulungpun mengatakan kepada saya, "Pa, ambilin dong snacknya, buat adik-adik itu," sembari tangannya menunjuk ke arah anak-anak yang membuntuti kami. Dalam perjalanan menuju pulang, saya sekedar menanyakan kepada si sulung, mengapa ia tadi rela memberikan beberapa bungkusan snack kepada (maaf) anak-anak jalanan itu, dan langsung dijawab, "bahwa kalau memang kita ada, maka kita harus berbagi dengan orang-orang lain yang membutuhkannya pa," ujarnya lantang.

Sesampainya di rumah, saya terus mengingat-ingat apa yang disampaikan oleh si sulung. Sehingga memupuskan sebuah keegoisan yg sempat berkecamuk di hati. Saya menjadi teringat dengan pelaksanaan pesta demokrasi yang akan digelar pada tanggal 09 April 2009 yang akan datang. Dimana menurut pemberitaan dari berbagai media dan juga hasil "investigasi ecek-ecek" yang saya lakukan, akan banyak warga masyarakat yang golput. Hal itu tentu didasari dengan berbagai pertimbangan, antara lain mungkin menganggap tidak terdaftar dalam DPT, mencontreng adalah kegiatan yang hanya membuang-buang waktu, merasa tidak ada figur/parpol yang layak untuk dipilih, merasa apatis karena dengan memberikan hak suara ternyata tidak membawa perubahan apapun khususnya bagi dirinya, hingga memang benar-benar merasa pemilu hanya merupakan kegiatan "seremonial" dan tidak berguna dan masih banyak alasan lainnya. Padahal secara ideal, hasil Pemilu akan turut mempengaruhi perkembangan "nasib" bangsa. Karena menurut ketentuan, lembaga legislatif turut berperan dalam melakukan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan yang sangat erat kaitannya untuk kelancaran dan kesuksesan roda pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan.

Saya terus berfikir, bangsa kita masih memerlukan sumbangsih kita, walaupun itu "hanya" sekedar berpartisipasi dalam pemilu yang diwujudkan dengan mencontreng wakil rakyat yang kita nilai mampu memberikan perubahan ke arah yang lebih baik. Berpartisipasi dalam pemilu memang bukanlah suatu kewajiban, melainkan merupakan hak dari seluruh warga masyarakat yang memenuhi persyaratan. Tidak semua parpol buruk, tidak semua caleg itu tidak berkualitas. Masih ada parpol dan atau caleg yang memikirkan nasib masyarakatnya. Dan justru sesungguhnya pemilu inilah merupakan momentum yang paling tepat dalam memilih wakil rakyat yang benar-benar diharapkan mampu mengubah nasib bangsa ke arah yang lebih baik.

Jika dikaitkan antara kisah yang kami alami dengan pemilui, mungkin bisa di ibaratkan dengan kita yang sudah memegang dan memiliki "sepotong roti". Lantas roti itu kita sia-siakan. Sementara masih banyak sekali orang yang membutuhkan roti itu, baik itu untuk hanya sekedar "mengganjal perut, mengatasi rasa lapar, menyambung hidup, bahkan ada yang memang sudah kenyang tetapi ingin terus menjejalkan roti itu ke dalam perutnya yang sudah buncit."

Nah, sekarang semua berpulang kepada kita semua.....Saya hanya berfikir, akan sangat bijak dan tidak salah kaprah, jika "jatah roti" yang sudah dibagi-bagikan kepada kita, tidak kita sia-siakan, tetapi kita serahkan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkannya, dan kita anggap akan mampu menghasilkan "energi" baru yang lebih baik............

Tiada gading yang tak retak ...

1.105 komentar:

  1. beli lampu petromaxxxxxx dulu bang.. hehehe
    benar.. sumbangsih kita pada tanggal 9 April nanti akan menentukan arah pembanguan bangsa ini 5 tahun ke depan... So, sbg warga negara yg baik... haruslah peduli dgn agenda nasional ini dgn tidak memilih jadi golput... benar ngga..?

    BalasHapus
  2. setuju banget mas sepertinya saat ini seseorang yang golput sudah menemukan arah pilihannya dan mudah-mudahan tidak salah.

    BalasHapus
  3. Memang menentukan Bang..cuman mslhnya apakah rakyat kecil itu tahu yg mana yg baik dan "baik" ? krn skrg semuanya diiming2i oleh uang...

    Semoga sblm datang ke TPS, semua orang berdoa dulu agar mendptkan pencerahan dan bisa mencontreng calon yang baik dan bisa memimpin ke dpnnya

    Maaf saya golput Bang...krn saya gak punya ktp hihihi...mau bikin KTP tp selalu dipersulit, pdhl saya akan senang sekali ikut memilih..tp apa daya...di tempat saya saja sdh begitu...bgmn saya mau memilih mereka?

    BalasHapus
  4. Kalau semua mau berbagi mungkin tidak ada lagi orang melarat di dunia ini.
    Mari kisa sisihkan setengah gaji kita untuk orang miskin.
    Berani menerima tantangan...????

    BalasHapus
  5. menarik bener nih post hehe...

    BalasHapus
  6. Meski banyak caleg yang tidak karuan seperti yang kutulis dalam blog-ku, saya tetap harus optimis mengikuti pemilu. Karena memang nasib bangsa ini, juga -salah satunya-ditentukan dari pemilu.

    BalasHapus
  7. bagus juga cerita kamu......
    tapi satu.....heheheheheheh
    aku kirain preman betulan ternyata hanya anak kecil.......
    ituma namanya pengemis......hahahahah

    BalasHapus
  8. sewlamat kenalan yah sobat.....
    bisa aq ikutan gabung

    BalasHapus
  9. salut sama anak sulungnya yang mempunyai sifat dermawan

    BalasHapus
  10. coba kalo rotinya utuh belum dipotong2 mungkin para mulut malak politika demokratisasi sale service itu bakalan mempertimbangkan lagi untuk bosan menimang kebodohan kelamin mereka.

    BalasHapus
  11. Si sulung baik banget itu bro. Ane setuju banget sama paragraf terkhir tuh

    BalasHapus
  12. Ini aku ada sepotong roti... kamu mau ga aku bagi.... ambil di sini yah.....

    BalasHapus
  13. setuju banget, pemilu ini sangat menentukan arah perkembangan bangsa ini

    BalasHapus
  14. Harapku,,siapapun yg terpilih dipemilu nanti bisa mengerti akan kesusahan rakyat2 lemah,indranya cukup peka dgn keluhan2 rakyatnya...

    sudah seharusnya yg punya kelebihan memberikan sebagian miliknya buat org yg kekurangan...

    tp jaman skrg agak sulit mendapatkan yg demikian,biasanya mereka kenyangkan perut dulu klo ada sisa baru dikasihkan ke org lain...bahkan mlah enggan tuk menyisakannya..amit2 dech

    BalasHapus
  15. coba kalo rotinya gak usah di saring birokrasi, bayangkan berapa roti yang dibagi dan yang besuk didapatkan oleh legislatif..., tiada gading yang tak retak...

    BalasHapus
  16. belum da yang baru lagi ya?...

    BalasHapus
  17. Bang, kog kebetulan banget ya... aku sedang lapar nih, bisa bagikan sepotong rotinya untuk diriku?
    Makasih lho bang... ^_^

    BalasHapus
  18. udah asyik gue bacanya kisah roti itu, kenapa di sambung2in ama pemilu. jiahhhhhhhhhh......

    BalasHapus
  19. Jatah yang manalagi, saya selalu beli roti sendiri tuh.
    ************************
    Sorry, asal nyeplos........ laaaaaaariiii...

    BalasHapus
  20. yup, bener banget lae, mari kita gunakan hak pilih kita sebaik-baiknya, dan berdoa semoga diberikan yang terbaik untuk bangs ini, siapapun pemimpinnya dan siapapun wakil rakyatnya

    BalasHapus
  21. saya ada rencana buat memaksimalkan roti saya tanggal 9 nanti...
    Hidup saya!!!

    BalasHapus
  22. Ciptakan Pemilu yang Damai - Aman di Daerah Anda. Mari bersatu menghemat tinta polpen buat Contreng hehehehe :)

    NB: Pemilu damai bukan bearti waktu pemili kita tidur di rumah :)

    BalasHapus
  23. Memang tidak semua orang suka berbagi... entah kenapa. Seandainya saja manusia diberi lebih banyak rasa kemanusiaan dibanding keegoisannya...

    BalasHapus
  24. sifat anak gak jauh dari sifat ayahnya lho bang :D,, jadi bisa digambarkan gimana karakter owner blog ini dari cerita tadi hehehehe ...

    masalah golput,, mmm jadi bingung juga, saya mau milih, tapi di tempat yang baru ini belum dapat KTP, gimana ya ? mudah2han bisa nyontreng ... :)

    BalasHapus
  25. foto rotinya agak gosong ^_^

    berbagi tak pernah merugi ?

    BalasHapus
  26. Tidak memilih adalah suatu pilihan, daripada suara kita diberikan kepada orang yang salah, lebih baik tidak memilih...

    BalasHapus
  27. golput, sepertinya bukan gw banget

    BalasHapus
  28. setidaknya banyak nilai positif yang ditanamkan di postingan ini...... menarik dan inovatif bos...... keren dah

    BalasHapus
  29. penjelasan perbaikan registry udah manusia biasa perbaiki tq atas sarannya.....

    BalasHapus
  30. setuju lae, selain menyia-nyiakan roti, golput pun haram :D

    BalasHapus
  31. kalo mau golput mending nggak usah dateng sekalian ke TPS...

    BalasHapus
  32. wah, anaknya dermawan ya.. pasti krn didikan bapaknya nih. salut...

    BalasHapus
  33. hmmm..casual cutie bingung mau contreng yang mana. semua umbar janji, entah mana yang bisa dipercaya & dipegang janji manisnya

    BalasHapus
  34. konon, pemilu di negeri ini paling boros dan paling gila2an menyedot anggaran negara, mas kurnia, tapi sayangnya sepotong roti itu hanya dipamerkan saat kampanye, habis itu, duh, sepotong roti itu habis dibuat bancakan orang2 yang suka gembar-gembor di atas mimbar kampanye itu.

    BalasHapus
  35. Buat sobat2 yg masih bingung , daripada bingung meding liat profilenya aja dulu, barangkali bisa memberi gambarang apa yg bakal kita pilih :

    Profile Partai :


    pemiluindonesia.com


    Profile Caleg :


    caleg.pemiluindonesia.com


    dan baca juga artikel saya :

    Pemilu Caleg 2009

    BalasHapus
  36. long wiken tuhh..
    kayaknya bakal byk yang keluar kota dehhh :)

    BalasHapus
  37. awalnya dari roti aja nih ya

    BalasHapus
  38. semoga diriku ngak ada yang milih pas caleg
    wong diriku ngak ndaftar soalnya

    BalasHapus
  39. Alangkah mulianya hati si Sulung, kudo'a kan suatu hari nanti semoga menjadi orang yang memiliki harta berlimpah Lung ! biar bisa berbagi lebih banyak lagi dengan orang yang membutuhkan.

    BalasHapus
  40. Bang salam sayang bunda utk si sulung, semoga tetap menjadi anak yg dermawan.
    soal centang atau contreng... ya bunda ikut mencontreng dong...

    BalasHapus
  41. kita berharap pemilu nanti golput tidak semakin banyak mas

    BalasHapus
  42. duuuh... liat gambarnya jadi laper nih...

    mau dong berger'y...hehehe...

    BalasHapus
  43. aku lebih pengen komen si sulung,duuhh nak...sungguh mulia hatimu :)

    BalasHapus
  44. Setuju, paling tidak pilih yang terbaik diantara yang buruk ya Mas Kur?

    Tiga hal yang harus dimengerti oleh kita adalah :

    1. kenali kandidat yg mo dipilih
    2. jangan memilih partai yang ngasih sogokan duit ke kita (ambil duitnya coblos yang lain he..h.e..)
    3. jangan pilih partai yang paling banyak melanggar undang2 pemilu

    Salam buat si Sulung Mas Kur.

    BalasHapus
  45. arrgghhh masih bingung mau pilih siapa...

    BalasHapus
  46. Sebaiknya mari kita gubakan ha hak pilih kita...

    BalasHapus
  47. survey ecek ecek yg saya lakukan

    Para golputer yang berkata tidak memilih adalah pilihan, sering mengatakan ngapain ikut pemilu, lihat tuh kampanye cuman bisa hura hura, nyanyi dangdut, rakyat kecil dibodohi.

    Sadar ga sih, kalau rakyat kecil yg g tau apa apa itu ikut pemilu, asal milih, berapa kemungkinan mereka salah pilih? Apalagi tanpa diimbangi oleh para golputer yg tentunya lebih cerdas dan intelek dalam memilih caleg

    Masih banyak yg asal milih, sekarang terserah anda, mau membiarkannya atau setidaknya mengimbangi dg suara kalian para pemilih untuk tidak memilih

    *pantes jadi jurkam wkkwkwkwk

    BalasHapus
  48. Sekali-sekali kita memang harus belajar dari anak kecil.

    BalasHapus
  49. wiw.. lihat kue nya jadi laper,,,..

    BalasHapus
  50. bingung juga mau pilih sapa.

    BalasHapus
  51. Sebuah sikap yang mulia dari adik sulung
    Semoga bisa di tauladani oleh kita semua

    BalasHapus
  52. Pemilu kali ini akan golput 45%, palagi org kaya baru pasti go liburan yaaa

    BalasHapus
  53. burger kota baringin itu lae!!!

    BalasHapus
  54. pemilu hari ini...
    gunakan hak pilih kita..
    tapi saya golput nih...

    BalasHapus
  55. Wew..
    Pada bagi2 roti neh..
    Hehehe.. :)

    BalasHapus
  56. Alhamdulillah...
    saia dah nyontreng sesuai dengan hati nurani

    BalasHapus
  57. hehehe
    sebuah analogi yang sangat muanntaaaafff Ito..
    saya jadi ingat sebuah kalimat :
    tangan diatas lebih mulia dari pada tangan dibawah
    hmmm....ga nyambung yaa *garuk-garuk kepala*
    mode dodol ON

    Ito, saya punya sesuatu di Beranda Hati
    dijemput yaaaa :))

    BalasHapus
  58. hehehe.. aku g milih karena gak ada nama ku dalam DPT bang, jadi tak bisa memilih.. :)

    BalasHapus
  59. mendingan jadi roti.. roti klu dimakan, jadi daging, bermanfaat bagi kehidupan orang yang makan,, nah klu rakyat kecil biasanya abis manis sepah dibuang...[bener gak iah...]

    BalasHapus
  60. usai mencontreng mampir lagi kemari Ito...
    salam

    BalasHapus
  61. doa kita semua semoga indonesia bs lebih baik.amin.....

    BalasHapus
  62. sayangnya, sekarang terlalu banyak pilihan isi rotinya...terlalu banyak caleg...terlalu banyak info...jadi susah...hehehe...semangaat nyontrengnya!!

    BalasHapus
  63. Gambar burgernya bikin laperrrrrrrrrr....

    BalasHapus
  64. wah...ko blm di update mas lae??

    BalasHapus
  65. ganti aja deh sekeranjang salak jadi kebagean semua....salam fantastic

    BalasHapus
  66. Saya nyontreng kemaren, berarti saya tidak menyia-nyiakan jatah saya...semoga pilihan saya tidak salah...

    BalasHapus
  67. untung kemarin saya semangat banget ikutan pemilu. saking semangatnya, saya duluan datang biar jadi antrian pertamax. haha!

    bener banget, lae. diundang untuk menunaikan hak kenapa harus nolak, ya?

    BalasHapus
  68. Aku malah ga bisa nyontreng Kur krn ga dapat undangannya. Tp senang bisa liat pks duduk di peringkat 4 (belum final siy)

    BalasHapus
  69. wuah kok lama updatenya lai...
    hehehehe

    BalasHapus
  70. catatan kisah yang bagus dan sangat berguna utk bangsa ini bang...coba kalau semua masyarakat berpikir spt abang maka hajat negara yg menghabiskan dana besar tdk diacuhkan begitu saja

    BalasHapus
  71. Tulisan yang bisa menggugah hati saya dan banyak orang

    BalasHapus
  72. sorry sobat baru muncul lagi so aq baru dari luar daerah and disana kagak ada koneksi internet……..
    Tapi sekarang dah aq buat postingan baru……
    jangan lupa singgah baca yah untuk menambah pengetahuan….

    BalasHapus
  73. Betul pak, semoga kita menyadari bahwa sepotong roti akan berharga dan bermanfaat jika tak salah kaprah
    Indonesia yang lebih baik, pasti akan terwujud cepat atau lambat, yakin lah dalam hati

    BalasHapus
  74. Dengan kesadaran penuh ku hentikan hobbyku ngorok seharian ketika pencoblosan alias golput...
    Kali ini aku nyontreng bang..

    BalasHapus
  75. keanya rotinya enak tuh, minta boleh ya buat kenalan hehehe

    BalasHapus
  76. **berbagi, tak pernah rugi**

    PS:
    jangan lupa pastikan, nama anda tercantum pada DPT Pemilu Capres yaa

    BalasHapus
  77. pemilu kemarin aku pilih calegnya. jdnya ya cm pilih partai aja! gak kenal calegnya sih! drpd salah. kayak milih kucing dalam karung kan!

    BalasHapus
  78. Prediksinya akhirnya terbukti, banyak yg Golput uey :)

    BalasHapus
  79. Tarik lai....
    Lamo dak suo Lai

    BalasHapus
  80. hmm.. harus belajar nih biar kita ga sia2in yang kita punya.. ;)

    BalasHapus
  81. kayaknya susah buat beragi

    BalasHapus
  82. duh kayaknya nasib rakyat kecil yang selalu jadi mainan

    BalasHapus
  83. hallo bang...
    gimna kabar ??? sik..asik..asik..
    aq dagh ganti url nih yg sepeda-tua dagh d potos kan hubungan..kwjekwejw....tapi masih d pakek hugak tuh...yg baru skrg ..
    http://zhie-o.at.ua

    BalasHapus
  84. Terimakasih artikelnya sangat membantu bagi semua pembaca, semoga bermanfaat
    Salam Action

    BalasHapus
  85. seandainya banyak orang penting yang berfikiran sama seperti yang dilakukan anak mas...
    mungkin indonesia akan menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang...
    tapi nyatanya...
    orang penting diindonesia ini hanya memikirkan dri sendiri...
    bukan untuk orang lain..
    salam kenal..

    BalasHapus
  86. memang hidup bukan untuk sekerat roti eh nasi, orang indonesia getu

    BalasHapus
  87. Wah bersyukur mas punya anak seperti itu :)

    BalasHapus
  88. anak sulungnya bae bangetz

    BalasHapus
  89. mudah-mudahan dapet anak yang kaya gitu!

    BalasHapus
  90. Artikel yang bagus, sangat inspiratif

    BalasHapus
  91. wah artikel yang sangat bagus...terus semangat sob..

    BalasHapus
  92. heran, di indonesia yang kayak ginian banyak yang laris, media juga sih yang memberitakan

    BalasHapus
  93. burger...??
    jadi teringat spongebob nech.
    hehehe.
    :D

    BalasHapus
  94. Wah, bagus nih artikelnya sangat membantu sekali. Lain kali jangan lupa untuk mengunjungi www.direktori-iklan.com dan www.referensi-iklan.com ya!!! Di sana Anda dapat memasang iklan atau mempromosikan website Anda secara GRATIS dan dapat pula meningkatkan traffic website Anda secara singkat !!!Tersedia juga berbagai ebook dan software premium untuk didownload secara FREE juga.Nah, jangan lupa beri komentarnya ya ! dan tukar/pasang linknya juga. Salam Sukses Selalu !!!

    BalasHapus
  95. wah enak juga kalau makan tu burger

    BalasHapus
  96. wah habis baca kisah ini bener bener teringat dengan kewajiban kita untuk bersyukur.. salut ne buat yang punya blog.. salam kenal ajalah...

    BalasHapus
  97. Artikel nya bagus sekali,, anak kecil toh ternyata.. saya kira preman betulan. sukses terus ya!

    BalasHapus
  98. hello.. pendatang baru ne..
    semoga berkenan
    dan numpang komen dulu ya

    BalasHapus
  99. Betul yang jelas begitu bingung kemaren mau pilih siapa, karena saya tidak tahu figur yang bersih siapa.

    BalasHapus
  100. Fussy Post! You had a massive occurrence.

    BalasHapus
  101. salam kenal bro..
    kyaknya enag jg tuh..

    BalasHapus
  102. wuiih rotinya bikin lapar, eh topiknya ttg politik

    BalasHapus
  103. salam kenal semuanya frend
    bagi yg mau pasang link silahkan kunjungi balik yah

    BalasHapus
  104. kalo golputnya merupakan gerakan, dan bukan merupakan ketidakpedulian saya rasa itu bagus. Golput massal akan membuat para pemimpin dan juga para politisi berpikir

    BalasHapus
  105. Saya juga termasuk golput, alias golongan siput.

    BalasHapus
  106. Kadang memang seorang yang dianggap dewasa(atau sok dewasa) perlu juga diingatkan oleh "anak kecil"

    BalasHapus
  107. Semoga aja di pemilu mendatang semua masyarakat akan semakin matang dalam memilih wakil2nya ya..
    btw... kalau berkenan saya akan bangsa sekali bila bisa bertukar link dg blog keren ini sob.. ditunggu konfirmasinya ya

    BalasHapus
  108. Golput atau tidak itu memang hak infividu ya.. tapi sayang juga kalau lebih banyak yg golput.. sebab biaya yg dikeluarkan untuk itu bukan sedikit tapi sangat buuaanyak.. hehe .. lam knal bos

    BalasHapus
  109. Haha... pada akhirnya kita terpaksa memilih walau gak sreg di hati..

    BalasHapus
  110. Postingannya ok sekali nih .. inspiratif sekali sob.. yah untuk bahan renungan kita semua lah

    BalasHapus
  111. salam kenal semuanya frend
    bagi yg mau pasang link silahkan kunjungi balik yah

    BalasHapus
  112. kalo golputnya merupakan gerakan, dan bukan merupakan ketidakpedulian saya rasa itu bagus. Golput massal akan membuat para pemimpin dan juga para politisi berpikir

    BalasHapus
  113. hiup blogger sibolga....keep posting

    BalasHapus
  114. ahahahaha, ngeliat gambar di atas jadi ngiler ane!!
    btw lam knal yah??!

    BalasHapus
  115. minta rotinya dum !
    itung itung buad kenalan :)

    BalasHapus
  116. knalan dulu sob....
    baru boleh dibagi rotinya yg mantab..
    hehe

    BalasHapus
  117. bikin ngiler nih burger mantab bener...
    malem2 kelaperan...

    BalasHapus
  118. Wow! Its looking delicious. I can't wait. I am going to get my own.

    BalasHapus
  119. haha, pada minta roti, emang pabrik?

    BalasHapus
  120. Saya juga termasuk golput, alias golongan siput.

    BalasHapus
  121. Is it coming in this april as well?

    BalasHapus
  122. Salam kenal mas, wah menarik nih artikelnya..

    BalasHapus
  123. keren sob artikelnya..,,keep posting :))

    BalasHapus
  124. hmm klo udah ky gini siapa yg salah?

    download all movie

    BalasHapus
  125. Ummm.....

    Delicious burger. I can't bear anymore now. I am going to get my own.

    BalasHapus
  126. Saya sukanya cheese burger hehe..

    BalasHapus
  127. I am also going to get my own for lunch.

    BalasHapus
  128. itu namanya roti apa ya mas ?? hehe..
    salam mas :D

    BalasHapus
  129. salam kenal dari devkhan saya pemula ngeblog terima kasih

    BalasHapus
  130. Ispiratif mas ceritanya

    BalasHapus
  131. Salam kenal mas, blog kapan di update lagi? :)

    BalasHapus
  132. What a Great Inspiring Story!!!!
    Thanks!!

    BalasHapus
  133. IMT – CDL is pioneers in DLP Management Programs with over 55000 students enrolled. IMT-CDL programs are ideally suited for Working Executives for career gworth and the PCP`s are on Weekends only. Min. Qualification: Graduate, For details, Please call Aashima (+91-9910666222) or Amit (+91-9213128288) or visit the centre at IMT – CDL Study Sentre, A-12, Sector 17, Noida – 201301, Phone : 0120-2512000, 0120-4226000

    IMT-CDL offers following programmes:
    Post Graduate Program in Management (Two Year) – Master Level
    Post Graduate Diploma Program in (One Year)
    • Business Administration
    • Marketing Management
    • Export Management
    • Financial Management
    • Material and Supply Chain Management
    • Human Resource Management
    • Retail Management
    • Insurance Management
    • Taxation
    One Year Specializations Diploma in Cyber Security by Ankit Fadia
    For Admissions Queries: Call : +91-9910666222

    BalasHapus
  134. mau nyoblos apa skrng bingung, mending nyoblos bini di rumah aje....

    BalasHapus
  135. yang kuat melindungi yang lemah..
    yang kaya membantu yang miskin..
    keren banget nh bang blognya..
    salam kenal y..

    BalasHapus
  136. Artikel yang sangat bagus nih..jarang2 ada blog seperti ini.saya akan jadi pembaca setia blog ini

    Bila ada waktu silahkan berkunjung ke www.4sharedbook.blogspot.com ya

    BalasHapus
  137. Saya kirain tentang hamburger, hehe. Btw Nice Share!

    BalasHapus
  138. Villa Seminyak Bali11 Juni 2010 10.08

    saya pribadi berharap semua akan berjalan baik2 saja. mari kita ikut pikirkan dan selamatkan nasib bangsa..

    BalasHapus
  139. salam kenal mas, blog nya simple, tapi banyak pengunjung Top Abiz

    BalasHapus
  140. saya sangat setuju dengan uangkapan mas kris diatas:
    yang kuat melindungi yang lemah..
    yang kaya membantu yang miskin..

    nice blog...

    BalasHapus
  141. artikelnya bagus juga... memang suara kita dibutuhkan dalam setiap pemilihan yang diadakan oleh negara kita, dan biarlah setiap orang yang sudah memakai hak pilihnya bisa membangun negara kita untuk menjadi yang lebih baik... terima kasih

    BalasHapus
  142. itu gosong ato warna coklad yah

    BalasHapus
  143. wah wah rotinya buad buka ya gan ^^ sedapp

    BalasHapus
  144. Wah mantab tuh anak ente.. Jarang anak jaman skrg berbudi baik spt itu....

    BalasHapus
  145. postingan yang sungguh menarik, salam kenal

    BalasHapus
  146. kalo aku sih eman2 kalo rotinya jatuh
    belum 5 menit

    BalasHapus
  147. betul"...
    dan saya jg golput.
    saya mah mau ikut pemilihan dah ke TKP malah gaboleh gara" ga ada surat pengantar.. padahal surat suara ny udah di saya...

    BalasHapus
  148. kayae enak ne hamburgernya,, mau dunk sob bagi2.. hehehe

    BalasHapus
  149. wah mau dunk hamburgernya.. lama ne dah ga makan hamburger.. hhe

    BalasHapus
  150. wah anak sulungnya hebat euy... mudah2an kelak klo pny anak sifatnya seperti anak sulung anda, amiin....

    BalasHapus
  151. Baru sempat mampir nih!
    Liat-liat dulu....
    Situsnya bagus nih!
    apalagi artikelnya, menarik banget!
    Saya seperti disuguhi makan enak!
    hehehehehhehehe

    Oia Kunjungan balik ya sob, ini blog saya
    http://ilmu-komputer23.blogspot.com/
    Salam kenal....

    BalasHapus
  152. ikut bergabung mas.... salam kenal dan sukses Selalu....

    BalasHapus
  153. this article is such an inspiration. thanks!

    BalasHapus
  154. is speedily Links london Chainsapproaching and men across the earth will start stress out about it. links of london sweetie bracelet Choosing a Valentine's Gift can be somewhat grueling, friendship bracelets especially if she and you are entirely close and all you want to do is dash her sympathy during this unusual reason. links of london uk All you necessity is some planning, the little thoughts, and a whole lot of honey. links of london silver If you are mystified for an idea for the Valentines Day gift now then why not ponder a discount links of london section of .Links Of London Bracelet is the classic and thoughtful gift to believe, links of london bracelet sale however, this is regularly above people's budgets. When selecting cheap links of london bracelet Bracelet get something that she will like, attire and show off to her links. links of london bracelet uk If she never wears jewels then bountiful her a wristlet is a very discount links of london bracelets risky and inadvisable gift.

    BalasHapus
  155. Kadangkala kita memang harus kembali belajar dari keluguan sikap anak anak.....kita yang tua tua ini mengakunya lebih pintar taoi terkadang juga lebih naif...thanks for sharing

    BalasHapus
  156. terkadang kita harus belajar dari anak2, dengan kepolosan mereka dan keikhlasan mereka, anak2 bisa berbagi dan tiada dipenuhi dng amarah.

    BalasHapus

Saya sangat berterima kasih bila teman berkunjung dan meninggalkan komentar. Yakinlah teman, saya "pasti" akan melakukan hal yang sama, karena hidup akan semakin indah, jika kita saling memberi dan menerima.