15 April 2009

Sugesti dan Kultus

Teringat saya dengan kisah yang pernah saya alami beberapa tahun yang lalu, dimana seorang teman memiliki "ikatan emosional" yang sangat tinggi dengan seorang dokter. Setiap ia sakit, selalu saja ia berobat kepada dokter langganannya.

Pernah pada suatu waktu, ketika kami kebetulan secara bersamaan melaksanakan tugas dinas ke luar kota, sang teman mengalami gangguan kesehatan yang sesungguhnya menurut saya "cukup sederhana", yaitu hanya sekedar sakit kepala. Ia langsung kebingungan dan mencoba menghubungi handphone (hp) sang dokter. Namun ternyata nomor hp sang dokter sedang tidak bisa dihubungi. Ia begitu kalut, seakan-akan hanya satu-satunya dokter yang mampu menyembuhkan penyakit yang sedang dideritanya, yaitu dokter langganannya.

Karena merasa prihatin, saya pun lantas menawarkan sang teman untuk berobat ke suatu klinik pengobatan. Dengan berbagai alasan, sang teman tetap aja enggan untuk berobat, karena sekali lagi ia menyatakan sudah sangat intim cocok dengan dokter langganannya. Dengan berbagai cara saya mencoba membujuknya, namun tetap gagal.

Setelah usai melaksanakan perjalanan dinas tersebut, kami segera kembali ke daerah "asal". Diceritakannya, ketika kami sudah sampai dengan selamat di rumah kami masing-masing, sang teman segera bergegas meluangkan waktu untuk berobat ke dokter langganannya, dan setelah bertemu dan meminum obat pasaran yang telah disediakan, dalam kurun waktu cukup singkat, segera sembuh dan hilanglah segenap "perasaan pusing dan sakit kepala" sang teman.

Kondisi seperti ini tentu membuat saya khawatir, jika hp sang dokter tidak dapat dihubungi saja sudah membuat sang teman menjadi kalut, lantas bagaimana jika sang dokter pindah domisili ke tempat lain yang cukup jauh, atau bahkan jika sang dokter "tiada". Apa yang terjadi pada sang pasien?

Kisah ini sungguh sangat menarik bagi saya, ternyata perasaan sugesti (pengaruh yang dapat menggerakkan hati seseorang) yang telah begitu tertanam dalam benak seseorang, ternyata sangat sulit dihilangkan, bahkan dapat menimbulkan semacam pengkultusan terhadap figur seseorang. Kondisi seperti ini sesungguhnya memang sulit dikaji secara akal sehat. Seperti contoh lain, bagaimana warga masyarakat berbondong-bondong mengunjungi Ponari sang dukun cilik asal Jombang, bahkan secara ekstrim, ada sebagian masyarakat yang dengan relanya meminum air comberan yang diduga sebagai bekas air basuhan mandi Ponari.

Jika kisah di atas dikaitkan dengan proses demokrasi di Indonesia, "semangat sugesti ala Rommy Rafael dan kultus" ini masih terasa. Bahkan menurut hasil terawangan saya, masih cukup dominan pendukung partai politik peserta pemilu legislatif 09 April 2009 yang lalu, mencontreng caleg dan atau lambang parpol karena hasil dari "pengkultusan" terhadap figur/petinggi suatu parpol.

Menurut hemat saya, kondisi seperti ini tidaklah baik untuk pendidikan politik dan demokrasi. Perkembangan "budaya" seperti ini sebaiknya sudah harus kita pupus habis. Sesungguhnya kita berharap agar seseorang memanfaatkan hak pilihnya adalah karena didasari dengan logika dan rasionalitas. Memilih wakil dan atau pemimpin bukanlah sekedar "pekerjaan lepas rodi", karena semua itu berimplikasi terhadap nasib kita, nasib bangsa Indonesia.

Ada pepatah yang menyatakan bahwa untuk mendudukkan seseorang dalam suatu posisi hendaknya memperhatikan aspek "the right man in the right place"," the man behind the gun", bahkan sebuah hadist Rasulullah SAW menyatakan, "jika sesuatu urusan diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya". Artinya apa??? Mari kita berfikir dengan cermat dan seksama dalam memilih pemimpin, karena sugesti dan pengkultusan adalah sebuah subjektifitas yang semu! Apakah sugesti dan pengkultusan ini merupakan wujud kegagalan kita semua? Atau bahkan merepresentasikan krisis kepemimpinan di negara ini? Entahlah, mungkin teman-teman semua memiliki jawabannya....silahkan berpendapat..........

Tiada gading yang tak retak...

2.220 komentar:

  1. pertamax!!

    serius nih? hihihi

    BalasHapus
  2. well..emang banyak bang klo urusan sugesti mah
    contohnya mertua saya aja, sama tuh, klo sakit hrs ke dokter langganan, klo gak ya ngeluh2 mulu

    sama dengan politik, apakah kita perlu mencentang ibu mega krn dia anak dr soekarno?
    plis deh..coba klo dia bkn anak soekarno, coba klo tiap dia kemana2 gak ada poto bapaknya, apakah dia akan tetap dipilihhh???

    saya bukan anti mega, tp cuman sekedar contoh aja...sama dgn anaknya si sby, klo dia bukan anak sby, apakah dia dipilih jadi caleg jatim???

    no wonderlah...

    BalasHapus
  3. benar juga kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, meskipun ini juga berlaku untuk prinsip kehati-hatian...

    BalasHapus
  4. sugesti memang obat yang ampuh

    BalasHapus
  5. Saya pun pernah merasakan sugesti itu :)

    BalasHapus
  6. sugesti dan kultus individu memang masih membudaya di negeri kita ini mas

    BalasHapus
  7. aha..benar juga yah...
    hem..berarti, kita pun bisa dong mensugesti diri sendiri, seperti yang kita mau? begitu??
    ataukah memang sudah begitu?

    BalasHapus
  8. kayak hinoptis aja....
    jika sugesti kuat engk bisa ngelawan hehe...

    BalasHapus
  9. itulah... mengapa ada kata bijak yang menyebut bahwa, penyembuh paling mujarab ada pada diri sendiri, karena sugesti ada hanya pada diri seseorang, bukan pada diri orang lain...

    BalasHapus
  10. kesembuhan hanya bisa terjadi kalo ke dokter tapi..semua juga atas kehendak Yang Kuasa. sugesti dan pengkultusan bukan hal yg baik. krn hnya Tuhan yang boleh disembah dan diagungkan.

    BalasHapus
  11. Hm...kalau masalah berobat sayapun gitu, waktu dokter kesayangan gak ditempat lebih baik menahan sakit daripada harus ditangani dokter lain hihik, bukanya sugesti tapi aku sudah menemukan yang tepat sebelumnya diacak pilih-pilih dari sekian banyak cuma satu pemenangnya hehe

    BalasHapus
  12. Bener banget itu Sob, sebagian pemilih pemilu juga memilih partainya karena sugesti saja. Mereka tidak paham akan visi misi partai, mereka para pemilih militan yang rela mengorbankan apa aja demi partai yang dibelanya itu, bahkan ditempat saya ada yg rela berselisih dengan keluarga hanya karena masalah partai.

    Nice post.

    BalasHapus
  13. memang mas sugesti sangat mempengaruhi kondisi si sakit kayak anakku kena flu berat tak bawa kedokter gak sembuh-sembuh tapi begitu di bawa ke dokter langganan baru suruh nunggu aja katanya udah baikan.

    BalasHapus
  14. hahaha. ada2 aja seperti itu.

    BalasHapus
  15. Menurut saya, obat hanya berpengaruh 3% untuk menyembuhkan penyakit, yang pasti sugesti kita yang meyakini obat tersebut dapat menyebabkan kesembuhan.... :D

    BalasHapus
  16. Benar lae, tidak baik yang namanya pengkultusan individu, sehingga bisa menganggap sesuorang yang dikultuskan tersebut lebih dari Tuhan

    BalasHapus
  17. Rasulullah saja ndak mau dikultuskan oleh ummatnya, para tokoh politik nasional malah enjoy dan tersenyum bangga bila tahu dirinya dikultuskan.

    Laa ilaha ilallah.

    BalasHapus
  18. termasuk musrik gak bos?

    BalasHapus
  19. We..e..e.....
    Jangan2 ada hubungan khusus antara sang temen dan sang dokter?, sakit kepala jadi alasan biar bisa ketemuan atau sekedar telpon2an? ding...ding.....

    * komen pake topeng, ntar si Lae mengenali ngadu ma temennya...Kaburrrrr....!!!!

    BalasHapus
  20. Semua ada plus-minusnya khan bang..... sebuah konsekuensi.

    iya Bang .. gadingnya agak retak banyak :(

    BalasHapus
  21. Suggest memang berpengatuh pada diri kita bisa sembuh dan bisa mengakibatkan sakit

    BalasHapus
  22. "the right man in the right place"," the man behind the gun" -------> pepatah yang manthaffff bos.... dan baru sekarang manusia biasa tau artnya karena waktu ujian akhir keluar soal yang ini...... ternyataaaa........ maknanya itu tohhhhhhhhh.... manthaff dah

    BalasHapus
  23. Bingung mau njawab apa...
    (Susah seperti Ujian nasional...)

    BalasHapus
  24. salah satu ciri khas dari masyarakat Indonesia adalah masih percaya pada hal-hal yang irrasional, termasuk pada batu bertuah Ponari, mungkin karena rata-rata tingkat pendidikan yang masih rendah sehingga masih percaya pada hal-hal yang berbau mistis

    BalasHapus
  25. ya, alam feodal beratus tahun je kang, kultus dan sugesti kan bagian darinya...

    BalasHapus
  26. tapi pengkultusan sepertinya harus tetep ada deh, seseorang kan tetap kudu punya panutan loh

    BalasHapus
  27. benar bro... not the gun.. but the man behind the gun... sugesti dan pengkultusan adalah sebuah subjektifitas yang merupakan cerminan dari sebentuk kegagalan dan ketidak percayaan......

    BalasHapus
  28. hhhmmmm, proporsional saja lah bos...
    malah gak bikin repot :)

    BalasHapus
  29. air putih tersugesti oleh ku sebagai obat plu, sembuh juga ternyata!

    BalasHapus
  30. sugesti emang harus selalu hidup dalam jiwa kita, karena itu salah satu bentuk kepercayaan diri

    BalasHapus
  31. Fenomena yang aneh, hanya di Indonesia :)

    BalasHapus
  32. Ada loh om ..yang sama ceritanya kek temennya...disebelah rumah ada dokter anak yang mayan terkenal di surabaya...prakteknya nyaris seharian...anna tanya sama ibu2 yang bawa anaknya kesana, alasannya karena cocok dgn dokter tsb dan gak mau coba2 sama dokter lain.....dan agaknya juga dimanfaatkan sama si dokter...kalo di tempat praktek lain tarifnya sekian rupiah, dokter tsb membandrol 3 kali lipat......duh sugesti emang senjata yang paling hebaddd

    BalasHapus
  33. Wew..
    Inilah tugas bagi teman2 sekalian..
    Untuk membagi pengetahuannya..
    Untuk masyarakat yg masih berpikir kultus itu..
    Mari kita bagi pembelajaran..
    Kalo bukan kita, trus siapa lagi..
    Bukan begitu bro.. ;)

    BalasHapus
  34. Bagaimanapun kondisi obyektif merupakan cermin budaya masyarakat ...

    BalasHapus
  35. sepertinya mengkultuskan individu seakan melebihi kuasa tuhan itu nggak bener,btul kan?

    BalasHapus
  36. cepet sembuh karena ada sugesti bahwa orang itu bisa menyembuhkan. Kayak pernah kejadian di amrik, banyak orang yang sembuh karena percaya pada omongan seorang remaja.

    eh kalau politik gimana ya ? heuheuheu, bingung sayah ...

    BalasHapus
  37. fenomena pengkultusam itu bisa jadi lantaran saking kuat dan mengakarnya budaya feodalistik, mas kurnia, hingga akhirnya kecintaan mereka terhadap sang tokoh jadi bener2 berubah jadi sikap fanatik

    BalasHapus
  38. Pemimpin politik biasanya setelah tidak ada kuasa dia akan sendirian hinggalah sampai mati. Berlainan sekali pemimpin kerohanian ia sentiasa diterima hingga mati. Musuh-musuhnya hanya berjaya memisahkan fisikalnya dengan pengikut-pengikutnya namun tidak dapat memisahkan hubungan jiwa pengikutnya dengan pemimpin.

    BalasHapus
  39. sikap fanatisme atau pengkultusan sulit diberantas karena budaya paternalistik yang masih mengakar kuat di masyarakat

    BalasHapus
  40. Kata orang, sakit itu asalmuasalnya dari pikiran. Klo kita bisa bersugesti positif, kita bisa cepat sembuh. Sama juga sih, saya juga punya dokter-2 favorit, ya itu... karena sehat itu kan pikiran, sugesti. Kita bukan cuma butuh otak pinter tp juga butuh rasa nyaman saat berobat. Mgkn saja temen ito itu selama ini selalu merasa nyaman berobat sama dokternya, jd dipaksalah hrs ke dokter itu juga... hehee...

    Kalo dukun ponari, ah... ga komenlah. Orang Indonesia gitu lohhh.... ga heran :D.

    BalasHapus
  41. The right man and the right place...

    Seharusnya memang begitu, tapi nyatanya tak semuanya....

    BalasHapus
  42. pertamaxx kunjungan pertama salam kenal

    BalasHapus
  43. waw....beneran tuh brooo....Sebenernya Kadar Sugesti orang2 beda2...ada yang sugestinya kuat banget, sampe2 dia yakin sesuatu itu emank bener2 "BISA" (untuk sesuatu apapun itu)...hehe..Peace...

    BalasHapus
  44. kalau sugestiku pas sakit demam harus makan yang panas panas dan pedes pedes kayak sop , Insya Allah biasanya hilang tuh demam :)

    BalasHapus
  45. dengarkan sugesti saya...
    anda akan tertidur dan masuk ke dalam alam mimpi,,jauh ke dalam mimpi...
    bla..bla...bla...

    BalasHapus
  46. saya memilih calon pemimpin baik caleg maupun presiden yang telah memberikan Indonesia atau linkungan ke arah yang lebih baik, meski bukan satu partai. jadi kalao kedepan kelak ia berulah, bukan salah saya kan?

    -eRos---

    BalasHapus
  47. Met Pagi.. Met Week End Sobat.. Have a nice day.....

    BalasHapus
  48. sugesti bisa mengalahkan segalanya

    BalasHapus
  49. bener saya rasa sugesti yang paling besar faktornya..
    untuk permasalahan ponari, para warga sudah tersugesti kalau berobat di ponari bisa sembuh. padahal sugesti itu yang sebenarnya mempunyai faktor paling kuat dalam kesembuhannya sendiri.

    BalasHapus
  50. Bahkan karena sugesti, secangkir air putih bisa menjadi mujarab di tangan Ponari.
    Kultus individu memang membuat terlena pihak yang dikultuskan dan pembodohan bagi yang mengkultuskan.

    BalasHapus
  51. sugesti itu apaan ya Pak Lae??? hipnotis???

    BalasHapus
  52. sugesti atau pengkultusan??
    wah Ito, saya justru mikir, rakyat sudah capek, penat dan lelah untuk berpikir yang mana yang harus dipilih.
    jika harus mencari lagi yang baru, justru lebih membingungkan.
    tetapi saya yakin, dihati kecil masyarakat kecil yang telah memilih, ada semacam sugesti (*jika boleh...kita ganti dengan DOA)
    keyakinan bahwa pemimpin atau wakil yang dipilihnya akan menjadi yang terbaik

    wallahu'alam

    BalasHapus
  53. The right man on the right place. Kayak moto hidup saia waktu mau pdkt ama cewek hehe... :)

    BalasHapus
  54. saya juga tersugesti untuk baca dan kasi koment disini.... hehe... sukses deh

    BalasHapus
  55. the man behind the gun .. bukan berarti kembali dipegang militer kan bang..hehe
    salam

    BalasHapus
  56. saya sudah pernah mau nulis postingan serupa cuma akhirnya tertahan di draft... hahaha

    memang nggak bisa diremehkan kekuatan sugesti, terkadang orang yang bilang... aku pengen mati2... akhirnya mati beneran low...

    BalasHapus
  57. iya tuh bang
    ada temen saia dulu
    klo ke bengkel servis kendaraan
    gak mau di pegang oleh teknisi laen
    maunya ituuuuuuuuu aja..

    BalasHapus
  58. Apakah suggesti sama dengan keyakinan atas sesuatu yang pada akhirnya berimbas pada sesuatu itu?
    Rommy Rafael bisa mensugesti kita ga yak? *terpengaruh iklan lampu listrik di tv*

    BalasHapus
  59. dalam NLP disebut TRIGER atw ANGKER cantolan dimana ia tambatkan pikirannya.....saya sering bantu trapi orang serti ini mas...yang lucunya kadang orang susah sembuh dari trauma krna orang tsbt nda mau lepasin tambatannya......solusi exsternal yang paling mudah mas kasih pertanyaan "dari mana anda mendapatkan keyakinan seperti ini?" biasanya cukup ampuh mas...salam fantastic

    BalasHapus
  60. Mampir siang ... menebar sugesti...

    "Indonesia Bisa keluar dari kesulitan"

    BalasHapus
  61. Wah, ini seperti bapakku ... dikit-dikit ke dokter. Kebiasan ini menurun padaku.

    Semenjak kembali ke Perancis ... walo pengobatan untukku gratis 100%, rupanya sekarang aku enggan ke dokter setiap kali sakit ...
    Sejak itu aku mengubah cara berpikir ... aku biarkan dulu antibodiku bekerja dulu. Baru setelah bener-bener sakit,baru ke dokter.

    Hasilnya kami semua jarang sakit ... kami sering ke dokter untuk vaksinasi anak-anak saja ... atau memang yang sangat perlu.

    BalasHapus
  62. Nyantae aza lae, maksud ku datang bukan tuk nagih utang, apalagi sekedar numpang makan

    KU cuma pengen nyepam doang...Hwa..ha...ha...

    BalasHapus
  63. Tiada Gading Yang Tak Retak... tapi Ito satu ini tak retak-retak... hehehe, mksdnya ga apdet....

    BalasHapus
  64. sugesti

    minum obat habis itu sembuh? itu juga sugesti,

    pernah juga ngerasain waktu kena tifus tahun kemarin 3 kali ganti dokter, pernah kepikiran dokter yang ini manjur gak yah? heheheheheheheheheeee....padahal beda dokter beda resep. hihihihihihihihiiii

    BalasHapus
  65. kultus dan pengkultusan memang sangat tidak sehat untuk sebuah sistem macam negara ini.
    pintu utama dan strategis untuk mengikis hal ini mungkin pendidikan, namun saat pengkultusan ini berada pada wilayah budaya, akan kian sulit mengubahnya, perlu pendekatan budaya dari semua sisi. Tentu saja juga dari para elite yg masih senang berusaha mengkultuskan diri sendiri dan meletakkan diri di atas sistem.

    BalasHapus
  66. Orang memang cenderung ngeliat Individunya. Tapi memang rata-rata gitu sih :)

    BalasHapus
  67. itulah efek sugesti.kadang gak masuk logika.

    BalasHapus
  68. Memang Obat paling mujarab itu adalah Sugesti....untuk menghilangkan Sugesti...harus ada upaya penjelasan dari yang dikultuskannya untuk berbuat sesuatu, sehingga menimbulkan yang sugesti dan cenderung mengkultuskan menjadi berpaling kepada yang lain...dan lebih rasional.

    Kaum Tradisional emang cenderung " Hidup Mati" Ikut yang sudah kadung dipercaya....terlepas yang sudah dipercaya itu khianat atau tidak...susah bener emang ya....

    BalasHapus
  69. sugesti..andai saya gampang di sugesti...

    BalasHapus
  70. dan saya ingin memilih sesuai dengan hati nurani dan kenyataan yang telah di perbuat

    BalasHapus
  71. berhubung komentarnya udh banyak banget, saya mampir absen aja yaa hehehe...

    BalasHapus
  72. kok belum ada update? lagi sibuk banget sepertinya.

    BalasHapus
  73. Kemane aje neh si Lae, tak pernah nampak lagi batang hidungnye...ape lagi bertape..???Kwekkk..kkk....

    BalasHapus
  74. Ironi sih, tapi masih banyak bgt masyarakat Indonesia yang mengkultuskan. Ga tau emang bodo atau emang gampang di bodo2 in

    BalasHapus
  75. ironis ya..jaman sekarang msh menganggungkan pengkultusan..hidup bakal bertambah sulit aja deh...

    BalasHapus
  76. wah.........itu kebodohan tersendiri

    BalasHapus
  77. ah ah ah aku malu mbaca artikel ini.........maaf y?

    BalasHapus
  78. sugesti...plasebo...kekuatan pikiran...

    BalasHapus
  79. wah ko belum update bang??

    BalasHapus
  80. Mudah2 an kita di jauh kan dari hal2 seperti ini
    amin...

    BalasHapus
  81. waduw ketemu ponari disini

    BalasHapus
  82. sibuk banget kayanya, smapai2 gak ada postingan baru,

    BalasHapus
  83. komplit euy, ada hipnotis ada ponari. Corbuzier blom mampir ya disini :)

    BalasHapus
  84. belum ada yang baru ya pak

    BalasHapus
  85. sugesti memang memiliki kekuatan dahsyat. konon sugesti bisa membuat api tidak lagi panas dan pisau tidak lagi tajam. seperti kekuatan hipnotis.

    saya akan berusaha memilih pemimpin yang berhasil "menghipnotis" saya agar merasa indonesia adalah negeri adil makmur aman sentosa. hehe...

    BalasHapus
  86. Apa kira2 efek samping dari pengkultusan itu bro??

    BalasHapus
  87. kang kapan tulisannya muncul lg tak tunggu ya!

    BalasHapus
  88. lah waktu awak blogging away... alias jalan2 jumpa pulak ma orang sibolga... keren pulak itu postingannya.. salam dari medan ni bang

    BalasHapus
  89. menurut saya sugesti itu seperti nawaitu.. apabila kesan sugesti atau niatnya "kuat" pasti bisa :)

    BalasHapus
  90. No problemo sih buat saya, soalnya saya g pernah mengkultuskan sesuatu

    BalasHapus
  91. Kemana wae Kur, lamo dak muncul??? Kabarnyo kau maini la jadi anggota dewan, nian apo?? *senang*

    BalasHapus
  92. Sugest memang sangat ampuh dalam mempenaruhi perasaan atau emosi seseorang...!

    Sugest tersebut dapat kita manfaatkan tetapi bisa juga kita dirugikan olehnya...

    BalasHapus
  93. wah kok g pernah di up date sih bosss... apa masih suka ma ponari.....

    buat teman2 yang ingin meningkatkan page rank dan alexa nya.mudah kok....hanya dengan 2000 rupiah saja ya hanya dengan 2000 rupiah saja page rank dan alexa anda akan meningkat....

    BalasHapus
  94. Berkunjung,.. salam kenal sekalian mencari backlink :D

    BalasHapus
  95. sugesti n kekuatan pikiran emang dahsyat..
    yg sulit ya cara melatihnya//
    hihi, nice post as usual!

    BalasHapus
  96. emang kadang agak sulit nyadarin orang2 yang uda terlalu kebawa sugesti.. :P

    BalasHapus
  97. semuanya masalah keyakinan, ada baiknya meningkatkan keimanan..dari pada kita salah melangkah...
    salam...

    BalasHapus
  98. bang apakabar nih?
    masih ingat saya kan?

    salam

    BalasHapus
  99. Thanks for sharing this article. It's very nice. Nice to meet you.
    Salaam.

    BalasHapus
  100. wah, saya baru tau ada orang yang seperti itu

    BalasHapus
  101. menempatkan orang sesuai dengan kualitas dan kemampuannya, sekarang memang sudah langka, makanya hasil kerja tidak pernah maksimal

    BalasHapus
  102. Terkadang memang yang difikirkan tidak selalu seperti yang sebenarnya terjadi bang.

    Thanks for sharing..

    BalasHapus
  103. wah ini....udah lama sekali g diperbaharui...kemana aja bossssss


    "kunjungan balik...saatnya ibu lebih mandiri.....
    saya punya dagangan bagus cari mitra masarkan
    pembalut sehat dan menghasilkan"

    BalasHapus
  104. Terimakasih artikelnya sangat membantu bagi semua pembaca, semoga bermanfaat
    Salam Action

    Bisnis Internet Marketing

    BalasHapus
  105. Informasi yang menarik adalah informasi yang membuat pembacanya mendapatkan manfaat darinya.
    Semoga informasi anda menjadi salah satunya.

    BalasHapus
  106. mudah mduahan kita yg lebih mengerti tidak melakukan kultus terllau seperti itu :D

    BalasHapus
  107. Mengkultuskan manusia itu tidak tepat menurut saya Kur..
    btw kemana ajah niy??

    BalasHapus
  108. Halo, boss..it's me, Anggiat..lamo ndak pasuo yo, baik di dunia maya maupun dunia nyata..ehem..tajam banget,moga2 cukup ampuh menyayat nurani2 nan bebal..btw, di kampung kito sibolga tacinto juo banyak tuh pemimpin. apa ada yah di antara mereka yang termasuk pemimpin dikultuskan? jangan-jangan......(yang penting,mari kita biasakan memilih pemimpin dengan cara memadukan nurani, ratio dan logika, minus egosentris). so pasti, bakal makmur bro!

    BalasHapus
  109. wah.... rame2......... bru sempet mampir... yang komen dah banyak aja nie bang.....

    BalasHapus
  110. kluapaan bang... follow balik dong lo berkenan... tq

    BalasHapus
  111. huahuahua, artikel menarik...
    btw, SBY tuh jagonya mensugesti orang(rakyat)...

    BalasHapus
  112. praktek2 pengkhultusan semacam itu mah sudah lumrah di masyarakat kita. tapi walaupun begitu saya tetep terkaget2 tuh sewaktu mampir ke cirebon H-1 perayaan maulid nabi. istilah mereka mauludan.ada2 aja kelakuan pengunjung keraton,tebar bunga disana sini. sembah itu sembah ini

    BalasHapus
  113. jadi pemimpin bangsa harus pintar mensugesti atau menghipnotis rakyatnya waduh..

    BalasHapus
  114. membuat hati kita berpikir tentang pemimpin bangsa yang lebih baik gemana caranya yhaaa??

    {salam kenal semuanya yah? semoga kunjungan saya bermanfaat bagi rekan semuanya... silahkan berkunjung di blog saya ya}

    BalasHapus
  115. terkadang sugesti itu sendiri
    lebih manjur dibanding hal2
    yang masuk akal.............
    kekuatan pikiran yang bermain pada sugesti

    BalasHapus
  116. hallo ... apa kabar ? ^_^

    BalasHapus
  117. yah pikiran memang menjadi awal keyakinan seseorang...

    "kunjungan balik...saatnya ibu lebih mandiri.....
    saya punya dagangan bagus cari mitra masarkan
    pembalut sehat dan menghasilkan"

    BalasHapus
  118. Yah begitulah, segalanya gak ada yg sempurna.. slalu ada kelebihan dan kekurangannya

    BalasHapus
  119. Seperti film harry potter yg terakhir, sugesti memegang peranan penting dalam segala aspek..

    BalasHapus
  120. Lapor, saya tamu.
    Sebaiknya memang kita harus memperbanyak istighfar.

    BalasHapus
  121. The right man in the right place.!
    Itu harus..!

    BalasHapus
  122. dengan memberikan pendidikan yang merata bagi semua lapisan masyarakat,pengkultusan tersebut dapat dikurangi, tanggung jawab bagi kita semua terutama pemerintah harus menyediakan pendidikan murah unutk rakyat.

    BalasHapus
  123. yah itulah budaya indonesia masih berpegang pada hal-hal seperti itu.
    mancing

    BalasHapus
  124. hmmmnnnn....bisa jadi bahan pikiran!

    BalasHapus
  125. dengan sugesti kita bisa lakukan segala hal!

    BalasHapus
  126. Seperti tommy rafael, bisa mensugesti penonton..hehehe

    BalasHapus
  127. Minum obat tanpa sugesti, rasanya kurang mantab ya bro....Harus yakin bahwa ini obar mujarab. Pdhal obat hanya sebagai alat untuk ihktiar. Hasilnya Tuhan jua yg menentukan.

    BalasHapus
  128. Nggak tahu kenap, tapi terkadang memang seperti itu pada kenyataannya

    BalasHapus
  129. Hemm... kok saya malahan nggak tahu yang namanya sugesti, kalau mbak hesti saya tahu... wkwkwkwkwk...

    BalasHapus
  130. Sama halnya kita berfikir baik, maka kemungkinan kita juga akan menjadi oang baik. sugesti memang sangat dahsat

    BalasHapus
  131. kualitas dan kemampuannya, sekarang memang sudah langka, makanya hasil kerja tidak pernah maksimal

    BalasHapus
  132. singkat aja.,.
    bisa iya, bisa tidak.,.,.
    terganntung orangnya

    BalasHapus
  133. lama ndak kemari nih sob....... gimana kabarnya nih! masih kayak dolo nih dengan postingannya yang manthaffffffff bang

    BalasHapus
  134. blog nya menarik banget... makasih yah ..
    silahkan mas admin dan temen2 maen yah ke blog saya.. makasih

    BalasHapus
  135. iya memang kekuatan pikiran tuh dahsyat~

    menarik blognya banyak pelajaran yang bisa di petik dan sudut pandang yang berbeda

    BalasHapus
  136. emang kultus dibagsa kita masih terasa kental sekali..

    BalasHapus
  137. betul mas, kalo kita menyerahkan urusan bukan dengan yang ahlinya maka bisa berantakan (wallahu'alam). mungkin beda kasusnya jika yang diserahi adalah orang yang ingin belajar, jadi harus terjun untuk menyelesaikan masalah yang seblumnya belum pernah ia tangani...
    pengkultusan??masyaAllah, semoga bisa berkurang

    salam kenal,
    Fitri Alifah

    BalasHapus
  138. Apa khabar Ito...sehat khah??lama ga up date
    rindu ama tulisan Ito..
    Selamat berpuasa yaa :)

    BalasHapus
  139. wah, puisi ya...
    salam kenal dari Blogger Cilacap

    BalasHapus
  140. kata pepatah emg bener , tak knal maka tak sayang... ho ho ho

    BalasHapus
  141. artikel yang bagus, memang sudah seharusnya the right man in the right place

    BalasHapus
  142. Tapi menghilangkan 2 hal itu di masyarakat, apalagi masyarakat pedesaan sangatlah susah. Dan rata-rata manusia sangat anti dengan perubahan, termasuk perubahan kepemimpinan

    BalasHapus
  143. Kenapa yah mansyarakat indonesia begitu mudah sekali dibuat pengkultusan dan mudah di pecah belah

    BalasHapus
  144. saya pernah baca dan mendengar, tuhan adalah prasangka hambanya, sob, mungkin inilah dasar dari ilmu sugesti, mnurut sobat gmn??

    BalasHapus
  145. itu hebatnya ilmu sugesti...berarti yg namanya sugesti pasti hebat donk orangnya...heheheh..salam kenal mas...dari anak nongkrong yg mencoba ikut dalam misi mengembalikan jati diri bangsa

    BalasHapus
  146. Kemano bae kur lamo dak nampak?
    wong la rindu galo samo kau

    BalasHapus
  147. Ponari dah ga pernah muncul lagi di tv yah?

    BalasHapus
  148. Sugesti sangat mempengaruhi fikiran seseorang.salam

    BalasHapus
  149. moga tiap orng punya sugesti yg baek tuk sesama manusia...

    BalasHapus
  150. Bersilaturahmi kepada semua teman-teman

    Mohon maaf lahir bathin

    BalasHapus
  151. Sugesti ternyata bisa juga sebagai obat penyembuhan...
    sukses Kur...

    BalasHapus
  152. Selamat Hari Raya Idul Fitri Kur
    Mohon Maaf lahir dan bathin
    salam
    Khay

    BalasHapus
  153. Ketergantungan yg berlebihan begitu, bisa repot. Benar kata Mas. Bagaimana kalau mereka sudah tiada ?, apa harus meniadakan diri jg ???,,,he,,he,,

    Bisnis Pulsa GSP

    BalasHapus
  154. mas mw gak tukeran link dengan blog ku
    www.funn-story.blogspot.com

    BalasHapus
  155. Sikap mengkultuskan orang akan mendekatkan kepada dosa besar yaitu syirik. Subhanallah...
    Mari Mengembalikan Jati Diri Bangsa

    BalasHapus
  156. Memang penomena dukun cilik adalah potret kemiskinan rakyat indonesia yg tidak mendapatkan sarana kesehatan yg memadai, dan biaya terjangkau,,,semoga kedepan perekonomian kita jadi lebih baik lagi

    salam

    fikri

    BalasHapus
  157. ehm....sebelumnya salam kenal ya...pembahasan sing apik...

    apik = bagus

    BalasHapus
  158. Ya allah berikanlah kami pemimpin yang memiliki iman yang tinggi kepadaMu

    BalasHapus
  159. wah mantap ulasannya
    salam kenal ya bos

    BalasHapus
  160. kekuatan terbesar adalah ada dalam diri kita..

    BalasHapus
  161. Wah. . .ceritanya benar2 menggugah. Ternyata msh ada ya orng yg seperti itu? Tp memang msh bnyk sih hehe

    BalasHapus
  162. Kurasa hal itu terjadi karna kita masih dominan terikat oleh kesadaran sederhana, seperti ceritaku yang tragis ttg supir Medan di daerah Indonesia Timur sana.

    Salam Nyante Lae!

    BalasHapus
  163. Kedekatan emosional memang sangat diperlukan, tapi kalau sudah menjurus ke arah meng"kultus"kan itu yang harus dihindari.

    BalasHapus
  164. Bangsa kita memang masih tak jauh dari klenik dan kultus, itu bukti bahwa mayoritas pendidikan masyarakat kita mash rendah..

    BalasHapus
  165. betul sekali mas...kita ini orang indonesia masih sangat percaya sama sugesti, takhayul dsb. tapi mungkin itu sisi ketimuran yg harus dikembangkan.

    BalasHapus
  166. wah sekarang nasibnya gimana ya

    BalasHapus
  167. Masa sampai segitunya temenmu itu bang :D

    *Ga update lagi ? :D

    Salam :)

    BalasHapus
  168. Informasi yang sangat menarik. saya rasa ini hanya sugesti saja. tergantung seberapa kita mempercayainya dan pikiran kita. kalo kita berpikir itu bisa berhasil, maka akan berhasil. contohnya saja, jika mata kena percikan sambal, untuk menyembuhkannya jempol kaki kita di siram. tidak ada pengaruh bukan? tapi kenyataannya rasa pedas di mata hilang!!

    BalasHapus
  169. hwarakadah...sampe segitunya? wah parah banget tu orang...

    BalasHapus
  170. Pemerintah harus lebih memperhatikan pendidikan supaya merata dan juga biaya rumah sakit yang terjangkau.

    BalasHapus
  171. klo qt percaya maka akan sembuh.seperti ke dukun. masa iya cm disembur air sembuh.tp krn pendrita yakin maka sembuh.qt jg gitu,klo qt percy ma obat itu, maka akan sembuh.dan aq jg sanat setuju bahwa memang qt yang bisa mengobati sakit qt.

    BalasHapus
  172. memang kesehatan sangat penting,,,,,tetapi masih banyak pelayanan kesehatan belum maxsimal dalam memberikan pelayanannya

    BalasHapus
  173. Sekarang apa kabarnya ya bocah itu... udah ngga sakti lagi kah?

    BalasHapus
  174. Akhir2 ini beritanya ga santer lagi yah? apakah masih membludak yg datang kesana?

    BalasHapus

Saya sangat berterima kasih bila teman berkunjung dan meninggalkan komentar. Yakinlah teman, saya "pasti" akan melakukan hal yang sama, karena hidup akan semakin indah, jika kita saling memberi dan menerima.