Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerwadarminta, 2006), Kanibal memiliki arti bahwa orang yang suka makan tulang daging manusia. Jelas suatu definisi yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Tetapi hal itu tentu pendapat yang keliru bagi seorang Sumanto.Masih ingat kisah Sumanto, sang kanibal dari Purbalingga? Rupanya, nama pria asal Desa Plumutan Kecamatan Kemangkon itu bukan hanya diasosiasikan dengan setiap perbuatan kanibalisme. Tetapi juga telah memberi ilham bagi penyusun RUU KUHP (http://www.hukumonline.com).
Nama Sumanto mendadak menjadi pembicaraan publik seiring terbongkarnya kasus pencurian mayat Nyonya Rinah dari kuburan Srengseng di Desa Majatengah, Kecamatan Kemangkon pada Januari 2003 silam. Belakangan terungkap, bahwa Sumanto juga telah memakan mayat Nyonya Rinah, 16 jam setelah nenek berusia 81 tahun itu dikubur. Terungkap pula, bahwa Nyonya Rinah adalah mayat ketiga yang disantap Sumanto, selama ia memperdalam ilmu kesaktian.
Pada Juni 2003, PN Purbalingga menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara kepada Sumanto. Pengadilan Tinggi Jawa Tengah pun menguatkan vonis tersebut. Upaya Sumanto melepaskan diri dari jerat hukum gagal setelah Mahkamah Agung menolak permohonan kasasinya (Putusan No. 1979 K/Pid/2003).
Kasus Sumanto ini ternyata kemudian mengilhami dari rencana lahirnya suatu produk hukum baru. Dimana dalam acara sosialisasi RUU KUHP di Hotel Sahid Jaya, 23-24 Maret 2008 lalu terungkap bahwa kasus Sumanto telah mendorong pembuat undang-undang untuk menyusun suatu klasifikasi tindak pidana baru.
Ternyata Sumanto tetap tidak meninggalkan “profesi”nya sebagai seorang “kanibal”, karena alih-alih untuk mengisi acara dan meningkatkan “rate” empat mata di Trans TV pada tanggal 29 Oktober 2008, justru kejadian menyebabkan acara ini “dibredel” oleh Komisi Penyiaran Indonesia (lihat di Tukul “tersandung” Kodok ).
Pada awalnya kanibalisme pada manusia terjadi dalam situasi yang sulit, misalnya nelayan yang karam dan terdampar di suatu kepulauan yang terpencil, dimana disana mereka sudah tidak dapat lagi menemukan makanan dalam bentuk apapun, karena itu merupakan satu satunya cara untuk “survive”, atau juga terdapat pada kasus2 untuk tujuan ritual-ritual tertentu.
Tapi biarlah Sumanto adalah seorang Sumanto, anjing menggonggong kafilah jangan berlalu. Namun jika mengamati apa itu “kanibalisme”, justru saya terusik dan tertarik untuk melihat dari sisi yang berbeda. Karena apa, sekarang di negeri kita sesungguhnya sangat banyak “tragedi” serupa terus berlangsung dalam kondisi yang berbeda, seperti yang terjadi pada seorang guru yang baik hati seperti mas Sawali
Kondisi kanibalisme yang saat ini berlangsung memang cenderung “halus”, tidak terlihat sebagai upaya kekerasan dan pemaksaan yang harus sampai mengeluarkan darah atau menyebabkan kepada kematian, tetapi, secara tidak langsung, justru kondisi ini akan menjadi “duri dalam daging” dan hidup bagaikan seekor “lintah” yang terus menerus menghisap darah, hingga sang korban terlihat pucat, sakit dan akhirnya …selesai.
Uhh..sungguh kondisi yang sangat mengenaskan, semoga hal ini tidak terjadi pada diri kita dan rekan-rekan sekalian…Tuk Mas Sawali, saya minta maaf bukan untuk bermaksud “mengekspose beban” dan membangkitkan luka lama...tapi hal ini hanya serta merta hanya sebagai suatu refleksi bagi kita sekalian.
Apakah ada teman-teman yang pernah menjadi korban dari “kanibalisme”? Silahkan komentar dan berbagi kisah disini???
Apakah ada teman-teman yang pernah menjadi korban dari “kanibalisme”? Silahkan komentar dan berbagi kisah disini???
Tiada gading yang tak retak …




38 komentar:
wahhh.. gambarnya kok ngeri gitu.. merinding liatnya.. gak bayangin lagi deh :( gambarnya ganti dong :(
Liat gambarnya jadi inget masa muda dulu waktu masih maraknya music underground, banyak gambar kayak gitu...
blon ada ide!!!!!bentar lg tambah lg
Alo om... Keren gambarnya euy, cool......
Betul banget, kanibalisme skg udah beda bentuknya...
Wah... si Om suka analisis. Top bro...
manusia selalu kanibal terhadap sesamanya kok, sejarah sudah mengajarkan exploatation de lomme par lome..exploatasi manusia terhadap manusia..
Jadi inget film Appocalipto ... tuh film kanibal juga
kanibal!!!
namo kawan ambo urang sibolga julu itu bang.
:)
kambing yang makan rumput aja enak apalagi................................................................
hiiieyy.. ngeriii.. ampun dah ama para kanibalers. takuuuttt.
Sisi lain dari manusia, saat sipat tersebut muncul hal yang diluar nalar manusiawi pun tidak terbendung dan dianggap biasa. Sungguh mengerikan klo ini terjadi
Amit amit gak ketemu kayak ginian hehe
Pertama : amit-amit jabang bayi.
Kedua : saya setuju, kanibalisme sekarang memang semakin marak dalam bentuk yang lain. Korupsi, "temen makan temen", penebangan hutan secara liar, memotong gaji pegawai adalah bentuk lain dari kanibal.
survival of the fittest. siapa yg kuat dialah yg menang. siapa yang powerful dialah yang mendominasi dunia. bukankah sistem politik dan ekonomi negara/dunia saat ini juga mengandung unsur kanibalisme --meski mungkin tak tampak nyata. negara besar mengeksploitasi negara kecil; sekelompok elite berpesta di atas penderitaan rakyat. bahkan dlm entitas lebih kecil seperti rumah tangga pun tak jarang ada anggotanya yg menjadi kanibal bagi anggota keluarga lainnya. menurutku itulah belantara hidup:D
Dalam arti kiasan, orang makan orang itu sudah biasa... Bahkan saya juga sering kemakan..
Yeah... sabar aja!
kanibal???
aaa serem ne,,
lam knl y mas,,mampir balik dunk_^
yang dulu tabu, sekarang nggak lagi. yang dulu aneh, sekarang biasa. dunia semakin aneh
dulu lihat sumanto heboh dan gempar, sekarang tukul malah nekat. Ngga beretika dan makin ngga karuan
aha ... ini toh rupanya tulisan refleksi itu, hehehe ... terima kasih, mas kurnia. kanibalisme memang sudah menjadi salah bagian dari peradaban manusia. repotnya kalau mesti menghadapi kanibalisme yang tak kasat mata. bisa bener menghancurkan citar orang luar dan dalam.
jd yg ngefitnah kayak di blog sawali, bisa disebut kanibal juga ya ? bukannya drakula ?! khan ngisap darah hehehe
kanibalisme sekarang memang bukan dalam bentuk fisik (nyata) tapi sebuah penggrogotan jiwa yang secara halus tanpa disadari diri sendiri :D
ngeriiii
gambarnya serem bro! he3x
doh mas butuh CPR...anna collaps liat pic na.......
huaaaaaa (nangis sekencang2nya).... takut liat picnya.....(maksudnya pic yang punya blog ini, hehe)
*lari sekencang2nya....sebelum dilempar almari*
kanibalisme sekarang mungkin tidak berupa manusia makan manusia tetapi lebih kpd persoalan materi ... si kaya mencaplok si miskin ..
Kanibalisme terselubung memang lebih berbahaya, jaman skrg orang udah nggak ragu lagi makan dagis saudaranya (dalam kiasan).
ngga kebayang deh...
smoga g da kanibal yang cenderung "halus"
yah,memang cukup mengerikan yah....saya ngga punya pengalaman tentang kanibalisme jadi ngga bisa komen banyak. nah, kalo soal manusia pemakan ayam mati (plus digoreng..) baru saya bisa banyak komen,hihihi..
Jadi perasaan mending kayak sumanto aja sekalian yaaa...lebih nyata terlihat dan bisa dihindari....
Hmm... Mau langsung makan daging, atau yang lebih halus, pembunuhan karakter, tetep aja kanibalisme ini menyeramkan.
Hidup yang normal-normal aja deh. Hiks...
Yang paling gawat kalau seseorang satu kamar dengan manusia kanibalisme, bisa-bisa dimakannya dan ditelannya kawan satu kamar hidup-hidup. Alamak Oi.i....
Kanibalisme sesama manusia sering terjadi, dalam urusan bisnis, karir ataupun popularitas
siip good post
ko gambarx serem sih??? moga2 org2 jd vegetarian smua ya, br ga da lg kanibal
huaaa...serem serem... wew...asal jangan makan sy ya mas...
gambarmu lebih serem keitmbang cerita kodoknya hikz.....
*g tega liat
Saya bukan kanibal karena saya cuman nyokot2 dan ndak saya telan...
mungkin kita juga tak perlu membicarakan sumanto terlalu sering...
kanibalisme dmna2 dan brmcam2 motif srta bntuk tndakannya... bnyk tuh orng2 di snayan yg profesinya knibalisme... :D
Poskan Komentar
Saya sangat berterima kasih bila teman berkunjung dan meninggalkan komentar. Yakinlah teman, saya "pasti" akan melakukan hal yang sama, karena hidup akan semakin indah, jika kita saling memberi dan menerima.